Andai ingin mendaki gunung ilmu
maka bersiap-sedialah dengan segala peralatan pendakian.
Mungkinkah akan sampai
andai berlenggang kangkung?
Berikanku sebatang pena agar bisa kujadikan senjata.
Masih lagi tersisa ingatan
pada lembut lambai pergimu
bersama redup mata
di jalan tanah merah.
Di sini aku
di tangga pondok usang
berkulat hijau usia termamah
setia menanti mampir senyummu.
Tabir Khaizuran
1800 071109
UPM Serdang
:Kepulanganmu adalah ubat kerinduanku.
sekilas pun tak terlintas pada wajah fikir, di waktu keberadaan menghampar luas di jalan nan panjang, lalu kita acapkali terkadang alpa, lantas diri terhimpit, terjerumus, terperusuk kaku di kotanista.
Saat itu baru ingin mendongak mengumpul kata memohon doa. Seperti sesuatu yang sudah pasti dan barangkali sudah klise membuka kitab di tabir senja.
Cerita adalah sama untuk keesokan harinya..
Satu petang
Satu jembalang
Satu berang
Satu pelempang
Satu tendang
Satu terlentang
Satu melayang
Dua malam
Dua param
Dua ragam
Dua terkam
Dua tikam
Dua lebam
Dua tersembam
Tiga pagi
Tiga mati


